Sabtu, 20 Oktober 2012

Linguistik Tradisional


BAB I
PENDAHULUAN


1.1  Latar Belakang Masalah
Ilmu linguistik sering juga disebut linguistik umum (general linguistic). Artinya, ilmu linguistik itu tidak hanya mengkaji sebuah bahasa saja seperti, bahasa Jawa atau bahasa Arab. Melainkan pengajian seluk beluk bahasa pada umumnya, bahasa yang menjadi alat interaksi sosial milik manusia. Dalam bahasa Indonesia kata linguistik bukan hanya berarti ilmu tentang bahasa, tetapi juga berarti bahasa itu sendiri atau mengenai  bahasa.
Sebagai ilmu, linguistik juga sudah mempunyai sejarah yang panjang. Pada dasarnya setiap ilmu termasuk juga ilmu linguistik telah mengalami tiga tahap perkembangan, yaitu dari tahap pertama yang disebut tahap spekulasi, tahap kedua disebut tahap observasi dan klasifikasi, dan tahap ketiga disebut tahap perumusan teori. Pada tahap spekulasi, pernyataan-pernyataan tentang bahasa tidak didasarkan pada data empiris, melainkan pada dongeng atau cerita rekaan belaka. Penyelidikan yang bersifat ilmiah baru dilakukan orang pada tahap ketiga, dinamakan bahasa yang diteliti itu bukan hanya diamati dan diklasifikasi tetapi juga dibuatkan oleh teorinya.
Dalam sejarah perkembangannya, linguistik penuh dengan berbagai aliran, patiam, pendekatan, dan teknik penyelidikan. Dalam perkembangannya, mulai dari zaman Yunani sampai istilahnya linguistik modern banyak terjadi pertentangan para linguis mengenai studi bahasa. Masing-masing zaman muncul beberapa tokoh yang mempunyai peranan besar dalam studi bahasa tersebut.


1.2  Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan makalah ini adalah: (1) untuk mengetahui sejarah dan perkembangan linguistik, (2) untuk mengetahui pertentangan atau hal yang dipertentangkan oleh masing-masing tokoh dari zaman ke zaman, (3) untuk mengetahui perkembangan linguistik sampai pada lingistik zaman modern.




1.3  Manfaat Penulisan
Manfaat penulisan makalah ini adalah: (1) bagi guru bahasa dan sastra Indonesia dapat menambah wawasan tentang sejarah perkembangan lingistik, tidak hanya mengetahui linguistik secara umum saja, (2) bagi mahasiswa bahasa dan sastra Indonesia, penambahan wawasan tentang mata kuliah linguistik umum, (3) bagi masyarakat, mengetahui seluk beluk bahasa, sejarah dan perkembangannya.




























BAB II
KERANGKA TEORETIS


A.    LINGUISTIK TRADISIONAL
Dalam linguistik istilah tradisonal sering dipertentangkan dengan istilah struktural. Sehingga dalam pendidikan formal ada istilah tata bahasa tradisonal dan tata stuktur. Tata tradisonal menganalisis bahasa berdasarkan sifat dan semiotik, sedangkan tata bahasa stuktural berdasarkan stuktur atau ciri-ciri formal yang ada dalam suatu bahasa tertentu. Terbentuknya tata bahasa tradisional yang telah melalui masa yang sangat panjang, mulai dari zaman Yunani sampai masa menjelang munculnya linguistik modern di  sekitar abad ke-19.

1.1 Lingustik Zaman Yunani
            Studi bahasa pada zaman yunani memounyai sejarah yang sangat panjang, yaitu dari lebih kurang abad ke-5 S.M. sampai lebih kurang abad ke-2 M. jadi, kutang lebih sekitar 600 tahun. Masalah pokok kebahasaan yang menjadi prtentangan para linguis pada waktu itu adalah (1) pertentangan antara fisis dan nomos, dan (2) pertentangan antara analogi dan anomali.
     Beberapa kaum atau tokoh yang mempuyai peranan besar dalam studi pada zaman yunani.
1.1.1   Sophis
     Muncul pada abad ke-5 sebelum masehi mereka terkenal dalam studi bahasa, antara lain:

a           Melakukan kerja secara empiris.

b.         Melakukan kerja secara pasti dengan mengunakan ukuran-ukuran tertentu;
c.         Sangat mementingkan petorika dalam studi bahasa;
d.        Membedakan tipe-tipe kalimat berdasarkan isi dan makna.
Salah seorang tokoh sophis, phytagoras membagi kalimat menjadi kalimat narasi tanya, kalimat jawab, kalimat perintah, kalimat laporan, do’a dan undangan. Tokoh lain Gorgias menbicarakan gaya bahasa.



1.1.2      Plato (429-347 Sebelum Masehi )

Dalam studi bahasa terkenal karena:
a.        Memperdebatkan analogi dan anomali bukunya diolog, juga mengemukakan masalah bahasa alami dan bahasa konvensial;
b.       Menyadarkan batasan bahasa yang berbunyi: bahasa adalah meyatakan pikiran manusia dengan perantara onomata dan rhemata;
c.        Orang yang pertama kali membedakan kata dalam onoma dan rhema.
Onoma ( bentuk tunggalnya onomata ) berarti nama dalam sehari-hari nomina, nominal dalam istilah bahasa, subjek dalam hubungan subjek logis, sedangkan rhema berarti ucapan sehari-hari, verba dalam istilah bahasa, prediket dalam hubungan predikat logis keduanya merupakan anggota logis,yaitu kalimat atau klausa.

1.1.3      Aristoteles

Dalam studi bahasa terkenal karena:
a.        Menambahkan satu kelas lagi yaitu syndesmoi. Menurutnya ada tiga macam kelas kata yaitu onoma, rhema,dan syndesmoi. Syndesmoi yaitu kata-kata yang lebih banyak bertugas dalam hubung sintaksis (sama dengan reposisi dan konjungsi);
b.       Membedakan jenis kelamin kata (gender) menjadi tiga yaitu, maskulin feminin, dan neutrum.

1.1.4      Kaum Stoik

Adalah kelompok ahli filsafat yang berkembang pada permula abad ke-4 SM. terkenal karena:
a.        Membedakan studi bahasa secara logika dan studi bahasa secara tata bahasa;
b         Menciptakan istilah-istilah kuhsus untuk studi bahasa;
c          Membedakan komponen utama dan studi bahasa yaitu (1) tanda, simbol, sign atau semainon: (2) makna, apa yang sebut semainomen atau lekton: (3) hal-hal di luar bahasa yakni benda atau situasi;
d         Membedakan legein, yaitu bunyi yang merupakan bagian dari fonologi tetapi tidak bermakna dan propheretal yaitu ucapan bunyi bahasa yang mengandung makna;
e          Membagi jenis kata menjadi empat, yaitu kata benda, kata kerja, syndesmoi dan arthoron yaitu kata-kata yang menyatakan jenis kelamin dan jumlah;
f          Membedakan adanya kata kerja komplet dan kata kerja tidak komplet, serta kata kerja aktif dan kata kerja pasif.

1.1.5    Kaum Alexandrian
Kaum alexandrian menganut paham analogi dalam studi bahasa, dari mereka kita mewarisi sebuah buku tata bahasa yang bisebut tata bahasa dionysius thrax .Buku itu sering disebut tata bahasa tradisonal jadi cikal bakal tata bahasa
tradisonal berasal dari buku dionysius thrax.

1.2  Zaman Romawi
     Studi bahasa pada zaman romawi dapat dianggap kelanjutan dari zaman yunani, sejarah jatuhnya Yunani, dan munculnya zaman Romawi:
Ø  Varro dan “de lingua latina
dalam buku De Lingua Latina, Varro masih memperdebatkan masalah analogi dan anomali buku ini dibagi dalam bidang-bidang etimologi,morfologi dan sintaksis.
§   Etimologi, adalah cabang lingustik yang meyelidiki asal usul kata beserta artinya, dan  perubhan bunyi misalnya, kata duellum menjadi belum yang artinya perang. perubahan makna misalnya kata hostis yang semula berarti orang asing kemudian menjadi musuh.
§   Morfologi, adalah cabang lingustik yang mempelajari kata dan pembentukannya menurut Varro kata adalah bagian dari ucapan tidak dapat dibedakan lagi, yang nerupakan bentuk minimum. Varro membagi tiga kelas kata latin dalam empat bagian,yaitu :
1      Kata benda, termasuk kata sifat yakni kata yang berinfleksi kasus;
2      Kata kerja, kata yang membuat peryatan yang berinfleksi tense ;
3      Partisipel, kata yang menghubungkan (dalam sintaksis kata benda dan kata kerja ) berinfleksi kasus dan tense;
4      Adverbium, kata yang mendukung (anggota bawah dari kata kerja) tidak berinfleksi.


Tentang kasus dalam bahasa latin menurut Varro ada enam, yaitu: (1) nominativus, yaitu bentuk primer atau pokok; (2) genetivus, yaitu bentuk yang menyatakan kepunyaan; (3) dativus, yaitu bentuk yang menyatakan menerima; (4) akusativus, yaitu bentuk yang menyatakan objek; (5) vokatikus, yaitu bntuk sebagai sapaan atau panggilan; dan (6) ablativus, yaitu bentuk yang menyatakan asal.

Ø  Institutiones Grammaticae atau Tata Bahasa Priscia
  Buku ini sangat penting karena :
      1. merupakan buku tata bahasa latin yang paling lengkap yang dituntukan oleh  pembicarakan aslinya
     2. teori-teori tata bahasanya merupakan tonggak-tonggak utama pembicaran bahasa secara tradisonal.
Berapa segi yang dibicarakan dalam buku ini:
·         fonologi, dalam bidang ini pertama-tama dibicarakan tulisan atau huruf yang disebut “litterae.Litterae adalah bagian terkecil dari bunyi yang dapat dituliskan.nama huruf-huruf itu disebut figuerae, sedangkan nilai bunyi itu disebut potestas.
·         morfologi, dalam bidang ini dibicarakan mengenai dictio atau kata. Kata adalah bagian yang minimum dari sebuah ujaran dan harus diartikan terpisah dalam makna sebagai satu-kesatuan.
·         sintaksis, membicarakan tata susun kata yang berseleras dan menunjukan kalimat itu selesai.

1.3  Zaman Pertengahan
       Yang dibicarakan dalam studi bahasa pada zaman ini antara lain :
§  Peranan Kaum Modistae
masih membicarakan pertentang fisis dan nomos dan pertentangan antara analogi dan anomali. Mereka menerima konsep analogi karena menurut mereka bahasa itu bersifat leguler dan bersifat unversal.
§ Tata Bahasa Spekulativa
menurut tata bahasa spektulativa kata tidak secara langsung  mewakili alam dari benda yang ditunjuk. Kata hanya mewakili hal adanya benda itu dalam berbagai cara, modus, substansi, aksi, kualitas, dan sebagainya.

§ Perus Hispanus
           Perannya dalam linguistik :
a.    Memasukkan psikologi dalam analisis makna bahasa. Membedakan antara signifikasi utama dan konsignifikasi yaitu pembedaan pengertian pada bentuk akar dan pengertian yang dikandung oleh imbuhan-imbuhan.
b.    Membedakan nomen atas dan macam, yaitu nomen substan tivum dan nomen adjectivum.
c.    Membedakan partes dan orationes categoremetik dan syntategorematik.

1.4  Zaman Renaisans
         Dianggap sebagai zaman pembukaan abad  pemikiran abad modern. Dalam     sejarah studi bahasa ada dua hal pada zaman renaisans yang menonjol:
1.       Penguasaan bahasa oleh sarjana-sarjana pada waktu itu (Latin, Yunani, Ibrani, Arab)
2.    Selain bahasa Yunani, Latin, Ibrani, dan Arab, bahasa-bahasa Eropa lainnya juga mendapat perhatian dalam bentuk pembahasan, penyusunan tata bahasa, dan malah juga perbandingan.

Bahasa Ibrani dan bahasa Arab banyak di pelajari orang pada akhir abad pertengahan. Kedua bahasa itu diakui resmi pada akhir abad ke-14 di Universitas Paris. Linguistik Arab berkembang pesat karena kedudukan bahasa Arab sebagai bahasa Kitab Suci agama Islam, yaitu Qur’an, menurut pendapat kebanyakan Ulama Islam tidak boleh di terjemahkan ke dalam bahasa lain.
    Ada 2 aliran Linguistik Arab:
1.         Aliran Basra (mendapat pengaruh konsep dari zaman Yunani)
2.         Aliran Kufah (menganut paham anomali)

1.5   Menjelang Lahirnya Linguistik Modern
Ferdinand de Saussure dianggap sebagai bapak Linguistik Modern. Masa antara lahirnya linguistik modern dengan masa berakhirnya zaman reneisans ada satu tonggak yang sangat penting dalam sejarah studi bahasa. Tonggak yang dianggap sangat penting itu adalah dinyatakannya adanya hubungan kekerabatan antara bahasa sansekerta dengan bahasa-bahasa Yunani, Latin, dan bahasa Jerman lainnya.

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
     Dalam sejarah perkembangannya, linguistik dipenuhi dengan berbagai aliran, paham, pendekatan, dan teknik penyelidikan yang dari luar tampaknya sangat rumit, saling berlawanan dan membingungkan terutama bagi para pemula. Mulai dari zaman Yunani yang mempertentangkan masalah bahasa yang bersifat fisis dan nomos, analogi dan anomali. Dari zaman ini dikenal beberapa tokoh yang mempunyai peranan besar dalam studi bahasa. Muncul zaman Romawi sebagai kelanjutan dari zaman Yunani, zaman Pertengahan, zaman Renaisans, hingga menjelang lahirnya Linguistik Modern.
     Serta dalam tata bahasa tradisional tidak dikenal adanya perbedaan antara bahasa ujaran dengan tulisan, dan mengacu pada kaidah bahsa yang dibuat secara preskriptif serta melibatkan logika.

3.2  Saran
     Bagi mahasiswa, khususnya jurusan pendidikan bahasa dan sastra Indonesia diharapkan punya pengetahuan tentang sejarah linguistik yaitu linguist tradisional, sedangkan bagi guru bahasa dan sastra Indonesia diharapkan bisa mengajarkan tentang sejarah linguistik dari mana linguistik itu berasalkepada siswa di sekolah. Dan bagi pemerintah hendaknya lebih banyak lagi menyediakan buku-buku tentang kajian linguistik tradisional, agar ilmu yang didapat lebih banyak.











\

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar